Posts Tagged ‘Taksi Solo’

Ekspansi Usaha Taksi di Solo Terhambat

28 November 2008

Kecil peluang perusahaan taksi untuk memperluas usahanya di Kota Solo setelah pemkot setempat menyatakan tidak akan mengeluarkan izin baru.

Satu perusahaan angkutan taksi Blue Bird sempat dikabarkan ingin memperluas jaringan usahanya hingga ke kota budaya tersebut. Pemkot Solo sendiri telah memastikan tidak akan memberi izin bagi perusahaan taksi dengan mempertimbangkan tingginya tingkat keterisian (load factor) jasa taksi di kota itu yang mencapai 60%.

Data Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Solo menunjukan jumlah armada taksi di Kota Bengawan itu berkisar 400-500 unit armada dari enam perusahaan operator taksi.

Kepala DLKLAJ Kota Solo Yosca Herman Soedrajat tidak menampik jika pihaknya pernah menerima permohonan dari perusahaan taksi baru yang akan mengoperasikan armadanya di Solo. (more…)

Taksi “Blue Bird” Ditolak di Solo

21 November 2008

Pengusaha angkutan umum di Kota Solo menolak rencana masuknya armada taksi dari luar kota. Penolakan tersebut ditegaskan terkait adanya rencana taksi Blue Bird masuk ke Kota Solo. Bahkan saat ini proposal tentang rencana tersebut telah diterima Dinas Lalu-Lintas Angkutan Darat (DLLAJ) Kota Solo.

’’Dengan tegas Organda menolak rencana masuknya taksi Blue Bird dari Jakarta ke Solo. Saat ini saja jumlah taksi di Kota Solo mencapai 427 armada di mana kondisi load factor penumpangnya sangat kecil,’’ ujar Ketua Organda Solo, Joko Suprapto, kemarin.

Apalagi rencananya taksi Blue Bird yang akan masuk ke Kota Solo jumlahnya mencapai ratusan. Jika akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memberikan izin, maka pihaknya akan melakukan demo dan akan menolak secara tegas penambahan jumlah armada taksi di Solo.

’’Jika hal itu sampai terjadi maka kami sangat prihatin sekali. Untuk itu saat ini dari Organda telah mengajukan usulan kepada DLLAJ agar izin tidak diberikan,’’ kata dia lagi.

Menurut Joko Suprapto, rencana masuknya taksi Blue Bird tersebut telah terdengar sejak bulan lalu.

Kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan penambahan jumlah armada, mengingat dengan jumlah armada saat ini sudah memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Solo.

Terima proposal
Sementara itu menurut Kepada DLLAJ Kota Solo, Yoscha Herman Sudrajat pada kesempatan yang berbeda membenarkan jika saat ini pihaknya telah menerima proposal perizinan rencana masuknya taksi Blue Bird ke Solo.

Tetapi hingga saat ini pihaknya belum bisa memutuskan apakah akan memberikan izin atau tidak.

’’Dalam proposal itu dikatakan untuk tahap pertama yang akan masuk sebanyak 50 armada. Tetapi untuk selanjutnya jumlah armada yang akan masuk tidak disebutkan,’’ jelas dia.

Menurut Yoscha, pihaknya akan melakukan uji kelayakan apakah armada yang tersedia di Kota Solo sudah memenuhi kebutuhan warga Solo ataukah masih perlu ditambah.

Untuk itu pihaknya belum bisa memastikan apakah rencana tersebut disetujui atau tidak. K.21-bg

Sumber: WawasanDigital

Taksi Toyota Limo Ikut Slalom

3 Agustus 2008

Solo– Event Djarum Black Night Slalom 2008 Solo menampilkan aksi tersendiri. Yaitu dengan tampilnya Taksi Toyota Limo. Tentu saja penampilan taksi berwarna putih ini mendapatkan sambutan meriah dari penonton.

Sebagai satu-satunya kendaraan umum yang kerap ditemui di jalanan, Taksi Toyota Limo ini pun mampu unjuk gigi. Dheny, sang driver mengatakan meski yang dipakai adalah kendaraan umum dan masih standar, dia mengaku tak ada kesulitan untuk mengikuti slalom.

Taksi Limo berslalom“Dilihat dari performanya, mesinnya standar. Taksi ini sehari-hari memang dipakai buat transportasi umum. Kita nggak mengubah mesinnya, nanti jadi mengubah fungsinya sebagai kendaraan umum. Paling hanya suspensi aja yang kita ganti, supaya reboundnya lebih enak,” jelas Dheny.

Lalu mengapa harus pakai taksi?
Dheny menjelaskan hanya ingin meramaikan event Djarum Black Night Slalom 2008. Meskipun begitu dia sangat yakin dengan performa mobilnya. “Alasan saya ikut slalom sebenarnya hanya ingin meramaikan saja, saya kan asli Solo. Jadi sekalian menaikkan pamor Solo. Kenapa saya pakai taksi, ya pengen tampil beda aja,” jawabnya.

DhenyDheny mengaku dia hanya berlatih slalom selama 3 hari. Terlebih dia tak pernah turun di perlombaan sejenis. “Kalau secara teori sih saya paham tentang slalom, tapi namanya pertama ikutan jadi agak tegang. Semoga acara ini bisa diadain secara rutin saja di sini. Kalau rutin kan saya juga bisa mendalaminya lagi. Pasti nanti saya bisa ngelawan mereka,” kata pemuda yang turun di kelas pemula ini.

Selain slalom, Dheny rupanya sudah lama mengggeluti dunia otomotif, khususnya drag race sejak 1997. Bahkan pernah meraih juara. “Saya pernah meraih juara ketiga Kejurnas Drag Race 2002 di Semarang. Itu yang paling berkesan, karena mesin mobil saya paling standar dari kompetitor lain. Tapi Alhamdulillah saya bisa juara 3,” imbuhnya. (*)

Dikuti Dari : http://www.toyota.co.id

Sumber: http://www.galeriaulia.com

Tarif Taksi Naik 10 %

16 Juli 2008

Menyusul kenaikan harga BBM, terhitung sejak 14 Juli 2008, Kosti Solo menaikkan tarif argometer. Perusahaan layanan jasa taksi paling terkenal di Kota Bengawan itu mematok besaran kenaikan 10%. Dengan kenaikan itu maka per km diberi tarif Rp 2.700. Sedangkan untuk pembayaran minimal pelayanan/permintaan adalah Rp 12.000 dari tarif sebelumnya, yakni Rp 10.000. Sedangkan untuk pembatalan pesanan, tarif naik menjadi Rp 10.000. ( Joglosemar )

Artikel dari Kotasolo.info