Posts Tagged ‘mogok’

Mobil AKDP Mogok

3 Juni 2010

Sedikitnya 50 angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) jurusan Tugu Mulyo-Kayuagung-Palembang menggelar aksi mogok massal di Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, OKI, kemarin. Mereka memprotes maraknya taksi pelat hitam yang berkeliaran di sepanjang trayek tersebut.
Pantauan di lapangan, para sopir AKDP memarkirkan kendaraannya sepanjang Jalintim di Desa Celikah. Beberapa mobil AKDP yang melintas dan membawa penumpang diturunkan para sopir. Demikian juga taksi berpelat hitam yang melintas dan membawa penumpang juga dipaksa menurunkan penumpang. ‘’Kami protes karena banyak taksi pelat hitam yang berkeliaran di daerah yang kami lintasi,’’ ujar A Teguh Hermanto (48), sopir AKDP yang juga warga Perumahan Kabag Kelurahan Paku, Kayuagung.
Dikatakannya, jika dihitung jumlah taksi pelat hitam yang berkeliaran di jurusan Tugu Mulyo-Kayuagung-Palembang sama banyaknya dengan mobil AKDP berpelat kuning di daerah tersebut. Maraknya taksi pelat hitam membuat pendapatan sopir AKDP berkurang drastis hingga 50 persen lebih. “Kalau biasanya pendapatan kita mencapai Rp200 ribu sampai Rp300 ribu, sekarang hanya Rp100 ribu per hari,’’ jelasnya yang akan melanjutkan mogok di Ogan Ilir dan Palembang.
Senada dikatakan Edi Jaya (34), sopir AKDP. ‘’Kami keberatan dengan maraknya taksi pelat hitam. Kami minta pihak terkait menertibkan taksi tersebut. Kalau dibiarkan susah kami, Pak,” katanya.
Ketua Organda OKI A Hamid Baki SH meminta Pemkab OKI menindaklanjuti aspirasi sopir pelat kuning. ‘’Maraknya taksi pelat hitam tidak saja merugikan sopir pelat kuning, Pemkab OKI juga merugi, karena PAD tak masuk,’’ ujarnya.

Kecewa, Sopir Taksi Bandar Udara Polonia Mogok

16 Mei 2009

TEMPO Interaktif, Medan: Sekitr 150 sopir taksi di Bandar Udara Polonia, Medan, Sumatera Utara mogok beroperasi, Jumat (15/5). Taksi gelap, ojek, becak motor berkeliaran bebas di bandar udara.

Juru bicara pengunjuk rasa Anggiat Sianipar mengatakan, sopir sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada Kepala Cabang PT (Persero) Angkasa Pura II Medan. Namun pihak pengelolal Polonia itu tak kunjung menertibkan taksi gelap,”Akibatnya sopir taksi resmi kehilangan pencarian,” kata Sianipar.

Menurut Sianipar, sebelum taksi gelap bebas mencari penumpang di Polonia, sopir taksi resmi bandar udara dalam sehari dapat mengantongi Rp 300 ribu. Kini pendapatan tersebut menurun drastis karena harus bersaing dengan taksi gelap.

Sianipar mengatakan, taksi gelap, ojek dan becak bermotor yang mencari penumpang di bandar udara dilindungi petugas Angkasa Pura, “Padahal di sini ada empat perusahaan taksi yang memiliki izin resmi beroperasi di Polonia,”katanya.

Empat perusahaan taksi Polonia yang beroperasi resmi Taksi Karsa, Angkasa Bakti, Taksi Koperasi Karyawan PT (Persero ) Angkasa Pura II dan Taksi Matra dengan total 168 unit.

Fitri, salah seorang penumpang setuju taksi diperbanyak di Bandar Udara Polonia, “Taksi gelap tarifnya jauh lebih murah dibanding taksi resmi,” kata Fitri.