Archive for the ‘Taksi Jakarta’ Category

Info Taksi Jakarta (Lagi)

21 September 2010

bluebird
Blue Bird 79171234
t trans silver logo
Silver Bird 7941234
7981001
86600745
gamya
Gamya 87795555
8403838
Batavia
7336776
Pusaka
7941234
Cendrawasih
4602706
Centris
5268922 /5843126 /8009641
Citra
7817771 /7817233 /8451717
Dian
4250505 /5807070
Dynasty
5680986
Express
2650-9000
Gading
4613001 /4613002 /5551840
Koperasi
8408877
Kosti
7801333 /7445055 /7875166
Jakarta International
3143777
Liberty
8708888 /7398303 /351845
Lintas Buana
87755555
Master
5854545 /5847724
Maya Kencana
7401809
Metropolitan
4204444 /4207277 /4202222 /5807070
Morante Jaya
4603333 /7990429 /7971245
Prestasi
4754545
Putra
7817771
Queen
6410001 /8710824
Rajawali
8401133
Ratax
7398669 /7398303 /5302625
Royal City
8500888 /8011667
Sri Medali
8005555 /8006666 /8091650
Steady Safe
3922222 /3143333 /3900001 /3103344
Tiffany
5854545

Sumber: http://www.tmcmetro.com

Supir Taksi Demo di Tanjung Priok

20 September 2010

foto Foto:  TEMPO/Panca Syurkani

Jakarta – Sebanyak dua ratus supir taksi berencana melakukan aksi unjuk rasa di PT Transport Nusantara Indonesia, Jalan Danau Sunter Utara Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pukul 09.00 WIB nanti.

Padahal, Jalan R.E. Martadinata, Tanjung Priok, yang ambles sedalam 7 meter dan sepanjang 103 meter sudah ditutup sejak Kamis pekan lalu. Demonstrasi digelar untuk menuntut pencairan dana iuran surcharge serta kejelasan status mobil setelah supir membayar pendaftaran dan cicilan selama 5 tahun.

“Kemacetan lalu lintas akan kami antisipasi karena Jalan Danau Sunter Raya adalah jalan alternatif utama dari Jalan RE Martadinata,” kata Kepala Kesatuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jakarta Utara Komisaris Irvan Prawiraputra kepada Tempo pagi ini.

Para pengunjuk rasa adalah pengemudi Taksi Trans Cab yang tergabung dalam SBSI. Dalam unjuk rasa mereka dipimpin oleh Budiman Ujung. Menurut Irvan, massa berkumpul di Jalan Bojong Raya RT 13/RW 04 Kelurahan Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta Barat. “encananya, massa membawa taksi masing-masing. “Mereka sepakat akan berunjuk rasa dengan tertib dan tidak anarkis.”

Dicomot dari: Tempo Interaktif

Taksi Jakarta

19 September 2010

1. [BI] BIS MALAM KRAMAT JATI
Tempat Terkenal : Taksi
Jl. Jalan RE Martadinata No. 8 RT 01/04
Kel. Pamulang Timur, Kec. Pamulang
Kota Tangerang Selatan 15417
Zone : Pamulang

2. [BL] BLUE BIRD
Tempat Terkenal : Taksi
Jl. Jalan Mampang Prapatan No. 60
Kel. Tegal Parang, Kec. Mampang Prapatan
Kota Jakarta Selatan 12790
Zone : Mampang Prapatan

3. [BL] BLUE BIRD
Tempat Terkenal : Taksi
Jl. Jalan Garuda No. 88
Kel. Kemayoran, Kec. Kemayoran
Kota Jakarta Pusat 10620
Zone : Kemayoran

4. [DI] DIAN TAKSI
Tempat Terkenal : Taksi
Jl. Jalan Joglo Baru No. 43
Kel. Joglo, Kec. Kembangan
Kota Jakarta Barat 11640
Zone : Kembangan

5. [EX] EXPRESS TAKSI
Tempat Terkenal : Taksi
Jl. Jalan H. Saaba No. 80
Kel. Joglo, Kec. Kembangan
Kota Jakarta Barat 11640
Zone : Kembangan (more…)

Limo Eks Taksi Blue Bird Bebas Fuel Pump Ngadat

17 Agustus 2010

GambarJakarta – Meski  sebanyak 1.200 armada taksi Blue Bird terkena dampak fuel pump ngadat, namun Limo eks taksi yang dijual menjelang Lebaran ini dinyatakan aman.

Kepala Humas Blue Bird, Teguh Wijayanto, mengatakan, kelahiran Limo tahun 2004-2005 yang dijual ini tidak terkena dampak fuel pump ngadat.

“Karena kebanyakan yang terkena kan yang beroperasi sekarang, sementara ini sudah menjadi armada peremajaan, jadinya aman, fuel pump semua oke,” ujarnya ketika berbincang dengan detikOto, Senin (16/8/2010)

Sehingga Teguh memastikan kosumen yang berminat terhadap unit Limo eks taksi ini tidak perlu khawatir, karena Blue Bird pun sudah menjamin perawatannya.

Service record-nya pun kita sediakan, kalau memang sudah deal untuk membeli,” ujarnya.

Jelang lebaran ini, Blue Bird kembali menjual unit-unit Limo eks taksi sebanyak 60-100 unit, bahkan perusahaan taksi tersebut memberikan diskon khusus.

Limo tahun 2004 misalnya, bila harga normalnya dibanderol seharga Rp 80 juta, didiskon menjadi Rp 72 juta. Begitu juga Limo tahun 2005, dari Rp 90 juta menjadi Rp 82 juta, keduanya sudah on the road Jabodetabek.

Dicomot dari: detikOto.com

Taksi Anyar

7 Agustus 2010

Taksi Cipaganti ini saya jepret dua minggu lalu, masih Juli, di Jalan Mahakam, Jakarta Selatan. Ada TV (taksi lain juga sudah), dan… colokan untuk charger ponsel maupun laptop. Coba kalau semua taksi begini, tapi hanya cocok untuk jarak tempuh yang jauh dan… macet! 🙂

Dicomot dari Memo Blogombal

Polisi Tilang Ribuan Taksi yang Ngetem di Jalan Protokol

27 Juli 2010

Jakarta – Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya menilang 3.974 angkutan umum selama 11 hari Operasi Patuh Jaya 2010. Ribuan di antaranya adalah taksi yang ngetem di jalan protokol seperti Jalan Sudirman, Jakarta Selatan.

“Dari 3.974 angkutan umum, ribuan di antaranya adalah taksi yang suka ngetem di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan,” kata Koordinator Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya Kompol Indra Jafar kepada wartawan, Senin (26/7/2010).

Indra mengungkapkan, taksi yang kena tilang itu seringkali ngetem di ruas jalan pada jam-jam sibuk. Sehingga hal itu membuat arus lalulintas tersendat.

“Dengan adanya taksi yang ngetem, banyak kendaraan lain yang laju kendaraannya tersendat,” katanya.

Beberapa ruas jalan yang sering dijadikan tempat ngetem taksi di antaranya Jalan Sudirman, kawasan Thamrin, Tanah Abang, Senen, Jalan Letjen Suprapto dan di jalan dekat gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat.

Di Jakarta Selatan, taksi yang sering ngetem di antaranya di Jalan Gatot Subroto, kawasan Blok M dan Mampang Prapatan. Di Jakarta Barat, sejumlah taksi ngetem di kawasan Pal Merah, Grogol dan Roxy.

Di Jakarta Timur, taksi ngetem berada di Jalan MT Haryono, Jalan Dewi Sartika dan Jatinegara. Di Jakarta Utara, taksi sering kali ngetem di dekat Mal of Indonesia, Kelapa Gading dan Jalan Yos Sudarso.

Lebih jauh Indra mengungkapkan, pelanggaran lain yang dilakukan oleh angkutan umum di antaranya melanggar larangan parkir. “Ada sekitar 1.675 kendaraan angkutan umum yang parkir pada sign dilarang parkir,” katanya.

Selain itu, tercatat ada 669 kendaraan angkutan umum jenis bus, metromini dan taksi yang ditilang karena mengangkut penumpang di terminal bayangan. 2.016 Kendaraan angkutan umum ditilang karena melanggar traffic light.

Sementara itu, total pelanggaran yang tercatat selama Operasi Patuh Jaya 2010 dari tanggal 15-25 Juli terdapat 52.634 kendaraan. Pelanggaran itu dilakukan oleh sepeda motor, mobil pribadi, mobil angkutan dan barang.

Dicomot dari detikNews

Diduga Akibat Kualitas BBM Buruk, Perusahaan Taksi Rugi Miliaran

21 Juli 2010

JAKARTA – Ribuan unit taksi dari berbagai perusahaan di Jakarta dan sekitarnya mengalami kerugian cukup besar akibat kerusakan yang terjadi pada pompa bensin (fuel pump) pada mesin taksi. Diduga kerusakan tersebut terjadi karena kualitas BBM yang buruk. Namun hingga saat ini belum ada laporan terjadinya kerusakan mesin taksi pada wilayah operasi di luar Jabodetabek.

Perusahaan taksi terbesar Blue Bird mengklaim sebanyak 1.200 taksi yang dimilikinya mengalami kerusakan pada furl pumpnya. Juru bicara Blue Bird, Teguh Wijayanto mengatakan, kerusakan terjadi sejak Juni lalu.

“Rabu ini saja sudah ada 30 unit yang dilaporkan rusak. Setiap hari selalu ada laporan kerusakan,” kata Teguh saat dihubungi di Jakarta, Rabu (21/7/2010).

Mengenai berapa banyak kerugian yang dialami, Teguh mengatakan, pihaknya masih berhitung. Namun kerugiannya ditaksir bisa mencapai miliaran rupiah, mengingat banyaknya armada yang mengalami kerusakan. Kerugian tersebut berasal dari penggantian spare part yang rusak dan potensi pendapatan yang akhirnya melayang.

Hal sama diungkapkan oleh Presiden Direktur Express Group, Daniel Podiman. Menurutnya akibat kerusakan mesinnya, Express merugi paling tidak Rp 1 miliar. Sedangkan potensi pendapatan yang melayang sebanyak Rp 140 juta.

“Sejak dua pekan lalu laporan yang masuk rata-rata 40 taksi kami mengalami kerusakan. Fuel pumpnya langsung diganti dengan yang baru dengan harga Rp 1,8 juta per unit,” ujar Daniel.

Karena untuk kepentingan operasional, jelasnya, manajemen Express pun langsung mengganti fuel pump. Karena kalau tidak langsung dibelikan, potensi kerugian bisa lebih besar lagi. Saat ini, Express mengoperasikan Toyota Liom untuk armada reguler. Sementara Toyota Alphard digunakan untuk taksi kelas atas.

Daniel menyatakan, saat ini pihaknya belum menerima laporan taksi-taksinya dari daerah di Indonesia selain Jabodetabek. Kejadian tersebut hanya terjadi di Jakarta saja.

Mengenai hal ini, Teguh Wijayanto meminta agar pemerintah membentuk tim untuk menginvestigasi kejadian tersebut. Bagaimana pun hampir seluruh perusahaan taksi di Jabodetabek mengalami kerugian besar.

“Tim itu bisa beranggotakan dari sejumlah pihak terkait seperti operator taksi atau agen tunggal pemegang merek (ATPM),” ujarnya.

Tim tersebut sangat penting mengingat hal itu juga menyangkut pelayanan ke masyarakat. Blue Bird sendiri pernah mengalami dimana sedang beroperasi mengangkut penumpang, tiba-tiba mogok.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Suroyo Alimoeso menyatakan keterkejutannya dengan kejadian tersebut. Dia meminta pihak terkait melakukan langkah antisipasi agar peristiwa serupa tidak berulang.

“Harus ada tanggung jawab dari pihak terkait. Kalau memang itu karena BBM jelek kualitasnya, ya pihak terkait yang mengurusi itu harus bertanggung jawab. Misalnya kalau jalan rusak, ya yang tanggung jawab pihak berwenang mengenai itu,” ujarnya.

Kemenhub sendiri selalu melakukan pengecekan kelaikan operasi terhadap taksi tiap setengah tahun sekali.

Dicomot dari SURYA Online

GMAI Serius Garap Pasar Taksi

14 Juli 2010

Jakarta – Serius menggarap pasar taksi di Tanah Air, PT GM Autoworld Indonesia (GMAI) menyerahkan unit ke-100 Chevrolet Lova kepada operator taksi Indah Family Taksi, Rabu (14/7).

“Unit ke-100 yang kami serahkan untuk Indah Family Taksi merupakan bukti bahwa Chevrolet Lova semakin diminati para operator taksi dengan kualitas telah terbukti secara reliabilitas, durabilitas dan efisiensi bahan bakarnya. Selain itu tentunya secara perawatan dan ketersediaan suku cadang membuat Lova tumbuh pesat menjadi armada taksi pilihan di seluruh Indonesia,” ujar Sales Director PT. GMAI, Beteng Santoso, dalam keterangan resminya, Rabu (14/7).

Sejak 2008, melalui produk andalannya, Chevrolet Lova, kini Chevrolet telah menjangkau dan menjadi pilihan 24 operator taksi di seluruh Indonesia.

Pada 2008, Chevrolet berhasil meraih perolehan market share 7% atau setara dengan 380 unit di pasar Taksi Nasional dengan volume pasar taksi nasional 6.000 unit/tahun. Sedangkan pada 2009 penjualan Chevrolet Lova di pasar Taksi sebesar 600 unit.

Kini, seiring permintaan yang tinggi dari para operator taksi, Chevrolet terus menggenjot produksi Lova untuk mencapai target 1.500 unit tahun ini.

Sementara itu, Direktur Utama Indah Family Taksi, EM Bangun, mengungkapkan, pilihannya atas Chevrolet Lova karena telah teruji kualitasnya secara teknis serta disukai para penumpang armadanya dari aspek kenyamanannya.

“Dengan unit ke-100 yang kami terima hari ini diharapkan akan mampu meningkatkan pelayanan kita terhadap para pengguna Indah Family Taksi di Jakarta dan tentunya akan memperluas pasar kami. Kerjasama dengan Chevrolet ini kami bangun tentunya untuk bisa saling menguntungkan secara bisnis dan akan terus berkesinambungan,” ujarnya. [mor]

Dicomot dari: Inilah.com

Tingkatkan Layanan di Tengah Persaingan Bisnis Taksi

27 Maret 2010

JAKARTA (Bisnis.com): Persaingan bisnis taksi di Jakarta kini semakin ketat sehingga masing-masing perusahaan dituntut mencari strategi dan meningkatkan kualitas pelayanannya kepada penumpang.

Priyatmedi, Direktur Operasional PT Bersatu Aman Sejahtera–operator taksi Taxiku-mengatakan persaingan ketat dilakukan sejumlah 44 perusahaan taksi yang memiliki izin operasional sebanyak 24.000 unit.

“Usaha terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan merupakan salah satu strategi agar perusahaan dengan armadanya dapat bersaing dalam era persaingan yang semakin ketat,” katanya di Jakarta hari ini.

Dia mengatakan bisnis taksi di Jakarta sangat prospektif mengingat populasi penduduknya yang cukup banyak mencapai sekitar 12 juta jiwa pada siang hari dengan kemampuan daya beli yang tergolong kuat.

Potensi calon penumpang taksi di Ibu Kota yang cukup banyak, lanjutnya, menuntut kualitas pelayanan yang semakin tinggi mulai dari keramahan pengemudi, kenyamanan dan keamanan dalam perjalanan serta terjaganya prifasi.

“Karena itulah perusahaan taksi dengan armadanya yang mampu memberikan jaminan kualitas pelayanan kepada pelanggannya yana akan memenangkan dalam persaingan bisnis taksi di Jakarta yang semakin ketat,” ujarnya.

Priyatmedi mengatakan karakteristik penumpang taksi sekarang bukan sekedar untuk melakukan perjalananan dari satu tempat ke tempat yang lain, tetapi menuntut kenyamanan, keamanan dan jaminan prifasi dalam perjalanan.

Sementara armada taksi yang kini beroperasi di Jakarta, lanjutnya, tidak seluruhnya dapat dapat mengantisipasi perkembangan karakteristik penumpang taksi sehingga ditinggalkan pelanggan dan bahkan kesulitan mencari penumpang.

Menurut dia, jumlah taksi yang beroperasi tidak sebanding dengan populasi penduduk Jakarta yang berpotensial menjadi pelanggan armada taksi, karena tidak seluruh izin operasional taksi yang mencapai 24.000 unit itu ada armadanya.

Sebab, lanjutnya, jumlah taksi yang beroperasi sekarang ini tidak sebanyak perizinan yang sudah diberikan oleh Pemprov DKI, karena ternyata banyak yang tidak ada armadanya, atau armadanya sudah rusak tetapi belum dilakukan peremajaan.

Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan DKI sekitar 10 tahun yang lalu telah menghentikan penerbitan izin baru taksi sehingga kini beroperasi 44 perusahaan operator taksi dengan total armada sesuai izinan yang dikeluarkan sekitar 24.000 unit.

“Kami perkirakan dari total 24.000 taksi yang tercatat sesuai perizinannya di Dinas Perhubungan DKI itu sebagian di antaranya, mencapai seperempat lebih yang tidak dioperasikan dan tidak produktif,” ujarnya.(fh)

Dicomot dari Bisnis Indonesia Online

Taksi Berpenumpang Terbakar di Otista

15 Juli 2009

Jakarta – Asap keluar dari bawah kap depan taksi. Namun sang sopir tak menyadarinya. Setelah diberitahu, sang sopir buru-buru keluar bersama-sama dengan penumpang wanita. Untuk saja belum terlambat, sebab setelah itu si jago merah melahap taksi tersebut.

Insiden terjadi di depan Circle K, Jalan Otista Raya arah Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/7) pukul 11.30 WIB. Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun peristiwa ini tak urung membuat arus lalu lintas menuju lokasi kejadian mengekor hingga sepanjang 2 km.

Yeppy Win, pengemudi Indo Taksi bernopol B 2730 CX yang ditemui di lokasi mengaku mengetahui kendaraannya terbakar dari seorang pengendara motor.

“Saya bawa penumpang dari Kampung Melayu mau ke Halim. Seorang pengendara motor lalu memberitahukan kalau dari bawah kap depan mengeluarkan asap. Ternyata kap depan terbakar,” ujarnya. “Saya lalu berhenti dan menurunkan penumpang,” imbuh Yeppy.

Api berhasil dipadamkan warga sekitar dengan peralatan seadanya sekitar setengah jam kemudian. Petugas Laka Lantas Polres Jakarta Timur kemudian mengevakuasi mobil taksi dengan nomor body KT 187 itu ke Unit Laka Lantas Polres Jakarta Timur. [sss]

Dicomot dari: Inilah.com