Archive for the ‘Taksi Bali’ Category

Dua Perusahaan Taksi di Bali Disidak

23 Juni 2010

Tim Yustisi Penertiban Taksi Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak terhadap dua perusahaan taksi yaitu Koperasi Wisata Nusa Bali Nusa Dua dan Koperasi Taksi Jimbaran, Rabu (23/6/2010).

Pada sidak tersebut, kata Ketua Tim Yustisi Bali, Ketut Wija di Denpasar, kedua perusahaan taksi itu diminta mematuhi Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 35/2009 dan memberikan batas waktu dua pekan untuk melakukan pembenahan.

“Melalui tim yustisi ini Gubernur Bali menginstruksikan kami untuk menegakkan Keputusan Menteri (Kepmen) Perhubungan Nomor 35 Tahun 2003 tentang penyelenggaraan angkutan orang di jalan dengan kendaraan umum,” katanya.

Wija meminta Kowinu Bali mencopot nama Taxi Bali atau segera mengurus hak paten merek dagang Taxi Bali. “Dari sidak ke perusahaan Kowinu ada sejumlah temuan yang perlu disesuaikan dengan Kepmen Pehub Nomor 35. Salah satunya adalah tulisan Taxi Bali di pintu depan taksi,” jelas Wija.

“Pintu depan harus berisi identitas Kowinu Bali bukan Taxi Bali. Boleh saja memakai nama Taxi Bali asalkan dipatenkan dulu sebagai merek dagang,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Bali, Made Santha bersama Ketua Organda Bali, I Ketut Eddy Dharma Putra yang ikut dalam tim yustisi berharap taksi di Bali mengikuti aturan Kepmen Perhub Nomor 35/2003 itu.

Ia menyebutkan hingga saat ini perusahaan taksi yang sudah punya hak paten merek dagang adalah PT Praja Bali Transportasi dengan nama Bali Taxi.

Sementara Ketua Kowinu Bali, I Nyoman Sudarma mengatakan segera berkoordinasi dengan anggota untuk mengurus hak paten Taxi Bali ke Departemen Hukum dan HAM. “Kami berharap birokrasi tidak berbelit-belit sehingga prosesnya cepat,” katanya.

Dicomot dari KOMPAS.com

Iklan

Sweeping Taksi, 21 Mobil Dirusak

8 Juni 2010

 Liputan6.com, Bali: Ratusan sopir taksi lokal yang tergabung dalam Paguyuban Jasa Wisata Bali, Senin (7/6), menggelar aksi sweeping taksi Blue Bird. Aksi sweeping ini dilakukan sepanjang Jalan Sunset Road Kuta. Semua taksi Blue Bird yang lewat langsung dihentikan, dan penumpang diturunkan termasuk para turis asing yang sedang berada di dalam taksi.

Selain melakukan sweeping, beberapa oknum supir taksi lokal Bali juga melakukan perusakan terhadap belasan mobil taksi Blue Bird. Setidaknya 21 buah taksi Blue Bird yang rusak diamankan di Mapolsek Kuta. Sweeping dan pengrusakan ini sudah yang kesekian kalinya dilakukan massa Paguyuban Jasa Wisata Bali. Mereka menuntut izin taksi Blue Bird di Bali dicabut, karena dinilai merugikan usaha taksi lokal setempat.

Sayang aparat penegak hukum tidak dapat berbuat apa-apa dalam menghadapi aksi anarkis, dan melanggar hukum yang dilakukan para sopir taksi dari Paguyuban Jasa Wisata Bali yang sudah tentu dapat merusak citra pariwisata di Bali.(IDS/AYB)

Dicomot dari: Liputan6.com

AJI Kecam Sopir Taksi Serang Wartawan

8 Juni 2010

rofikiKetua AJI Denpasar, Rofiki Hasan.(foto : FB)

Denpasar – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali mengecam aksi serangan brutal para sopir taksi terhadap dua wartawan saat meliput aksi “sweeping” taksi Blue Bird.”Kami mengecam keras penyerangan tersebut yang merupakan upaya menghalagi kerja jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” kata Ketua AJI Denpasar Rofiqi Hasan didampingi Wakil Ketua IJTI Putu Setiawan di Denpasar, Senin (07/06).

Mereka juga mendesak sopir taksi serta PJWB menyampaikan permohonan maaf dan mengganti kerugian yang timbul akibat penyerangan tersebut.

“Kami juga mendesak PJWB memberikan peringatan keras terhadap anggotanya dan menjamin agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali,” kata Rofiqi dalam pernyataan sikap AJI.

Terkait insiden yang menimpa dua wartawan saat bertugas di lapangan, AJI dan IJTI tengah mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah hukum atas peristiwa tersebut.

Dua wartawan menjadi korban kekerasan para sopir taksi saat meliput “sweeping” taksi Blue Bird di Jalan I Gusti Ngurah Rai itu adalah dua kontributor TV Nasional di Bali, yakni Riadis Suhli (Adi) dan Putu Jana.

Aksi kasar menimpa Adi, yakni kameranya direbut dan dibanting hingga rusak parah. Para sopir juga meminta tanda pengenal (ID) Adi, serta meminta kaset rekaman.

“Saya tidak melawan dan akan menuruti permintaan itu, tetapi tiba-tiba mereka merebut kamera saya, lantas dibanting dan dinjak-injak,” kata Adi.

Disebutkan, pelaku penyerangan terdiri atas lima orang.

Mereka tidak terima aksi “sweeping”-nya diliput wartawan sehingga langsung menghampiri Adi dan meminta rekamannya. “Untung sebelum saya diserang, polisi sudah datang,” katanya.

Kekerasan serupa juga dialami kameramen televisi swasta nasional, Putu Jana. Dia diintimidasi oleh para sopir taksi saat sedang berada di depan kantor PT Indonesia Power dan hendak mengambil gambar sekelompok sopir yang menghentikan taksi “Blue Bird”.

Tiba-tiba beberapa orang menarik dirinya dan melarang pengambilan gambar. Namun, dalam peristiwa itu dia tidak sampai mendapat serangan fisik maupun dirusak peralatannya.

“Kami akan meminta pihak paguyuban untuk bertangung jawab,” kata Putu Setiawan.

Dia akan melaporkan kasus itu ke polisi.

Menurut Sekretaris AJI Denpasar, Komang Erviani, kejadian itu merupakan bentuk upaya menghalangi kerja jurnalis dalam mencari informasi.(ant/waa)

Dicomot dari:  EraBaru.net

Pengusaha Kereta Api dan Taksi Belum Naikkan Tarif

7 Juni 2008

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pengusaha Taksi di Bali belum menaikkan tarifnya walaupun harga BBM telah naik. ‘’Harga tiket kereta api masih seperti harga pada bulan sebelumnya,’’ ujar Staf Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Denpasar, Tomo, di jalan Diponegoro, Kamis (5/6) kemarin.

Misalnya, harga tiket kereta api jurusan Denpasar-Surabaya, Senin hingga Kamis untuk kelas eksekutif Rp 116.000 per orang, sedangkan Jumat hingga MingguRp 121.000 per orang. Sementara, untuk kelas bisnis jurusan Denpasar-Surabaya, Senin hingga Kamis Rp 101.000 per orang, sedangkan Jumat hingga Minggu masih tetap Rp 106.000 per orang.

Kata dia, dengan belum adanya kenaikan tarif KAI ini, penumpangnya mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Saat ini penumpangnya rata-rata bisa mencapai 10 orang per hari, sedangkan pada bulan-bulan sebelumnya hanya mencapai 7 orang per hari. ‘’Untuk jadwal keberangkatan setiap harinya, kami sediakan 2 jadwal, yakni pagi pada pukul 05.00 wita dan sore hari pada pukul 15.30 wita,’’ jelasnya.

Untuk melayani penumpang menjelang liburan panjang sekolah tahun ini, PJKA Denpasar menyiapkan bus pengantar mulai Denpasar hingga Ketapang dengan jumlah armada sebanyak 5 unit. ‘’Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi membludaknya jumlah penumpang,’’ imbuhnya.

Tomo menambahkan, untuk menjaga kenyamanan penumpang selama perjalanan di dalam kereta api, pihaknya juga menyediakan cafetaria di dalam kereta api, baik untuk kelas eksekutif maupun kelas bisnis. ‘’Di samping itu, kami juga memberikan fasilitas berupa 1 kali makan kepada penumpang di dalam kereta api,’’ tandasnya.

Tarif Taksi
‘’Selain penumpang sepi akibat krisis multidimensi, jumlah armada taksi saat ini cukup banyak yang membuat persaingan menjadi ketat, sehingga kami belum berkeinginan mengusulkan kenaikan tarif taksi ke Gubernur kendati harga BBM naik,’’ ujar Ketua Koperasi Jasa Angkutan Taxi (Koptax) Ngurah Rai, Wayan Pande Sudirtha, S.H.

Kata dia, banyak sopir taksi yang mengeluh tidak bisa memenuhi setoran akibat persaingan makin ketat. Tak berlebihan, kalau ada harapan agar pemerintah daerah menyetop pemberian izin taksi baru untuk sementara waktu.

Sebab, jumlah taksi yang berseliweran sekarang ini telah melebihi kapasitas penumpang yang ada. ‘’Bila tidak distop menyebabkan beberapa perusahaan taksi akan gulung tikar,’’ ungkapnya.

Sudirtha mengungkapkan, pengusaha jasa angkutan taksi belakangan ini menghadapi situasi yang dilematis. ‘’Jika kami menaikkan tarif, penumpang akan berpaling ke angkutan lain yang lebih murah,’’ imbuhnya.

Menurutnya, pendapatan para sopir taksi belakangan ini sangat kecil. Bahkan, persaingan antaroperator taksi juga makin ketat. Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya melakukan berbagai upaya agar tetap eksis di tengah persaingan.

Salah satunya, pihaknya melakukan peremajaan taksi, agar taksi prima dan tidak cerewet mesinnya, sehingga pelayanan kepada penumpang menjadi lebih baik.

Disinggung mengenai jumlah armada taksi Ngurah Rai yang beroperasi saat ini, kata Sudirtha, sekitar 827 unit, baik yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai maupun di luar bandara, sedangkan transportasi jenis kendaraan sewa yang tempat duduknya di bawah 7 tempat duduk, seperti Suzuki APV dan Mazda tipe 2.000 anggotanya sebanyak 502 anggota.

‘’Selain peremajaan, kami juga terapkan sanksi tegas terhadap anggota yang terbukti melanggar aturan agar citra taksi Ngurah Rai tidak merosot di mata penumpang,’’ tandasnya. *aya

Sumber: http://www.bisnisbali.com