Pemkot Bandung Ancam Cabut Izin Operasional Taksi


BANDUNG, (PRLM).- Empat puluh persen taksi di Kota Bandung belum memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) taksi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengancam akan mencabut izin operasional taksi yang tidak mampu memenuhi SPM dalam jangka waktu maksimal setahun.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Prijo Soebiandono mengatakan, di Bandung saat ini terdapat sekitar 1.560 armada taksi. Namun, baru 60 persen di antaranya yang mampu memenuhi SPM. Sementara sisanya masih belum memenuhi SPM taksi.

SPM taksi yang dimaksud Prijo adalah peremajaan armada taksi, melengkapi armada taksi dengan air conditioner (AC), mesin argo, sopir yang ramah, serta ketaatan menerapkan sistem argo dalam operasional sehari-hari. ”Kalau masih ada tawar-menawar ongkos dan armada tidak dilengkapi oleh AC, lalu sopirnya judes, ya enggak usah beroperasi saja,” tuturnya.

Prijo mengaku sudah mencabut kuota armada beberapa perusahaan taksi di Kota Bandung gara-gara tidak mampu memberikan pelayanan terbaik kepada konsumennya. Sebagian besar karena tidak kunjung meremajakan armada taksi dalam jangka waktu lebih dari setahun. Beberapa di antaranya adalah 220 armada taksi milik 4848 yang kuotanya kini dialihkan kepada sejumlah perusahaan taksi. ”Ya dari pada mati, kita cabut kuotanya dan berikan kepada perusahaan taksi yang mampu biar hidup lagi,” ujarnya.

Di lain pihak, Prijo juga berjanji akan menambah kuota armada salah satu perusahaan taksi jika mereka mampu membuktikan dapat memberikan pelayanan yang prima. Dia mempersilakan para penumpang untuk memberikan penilaian, baik berupa keluhan maupun pujian kepada Dinas Perhubungan Kota Bandung, perusahaan taksi yang bersangkutan, atau ke media massa. (A-180/A-147)***

Dicomot dari: Pikiran Rakyat Online

Tag:


%d blogger menyukai ini: