Tingkatkan Layanan di Tengah Persaingan Bisnis Taksi


JAKARTA (Bisnis.com): Persaingan bisnis taksi di Jakarta kini semakin ketat sehingga masing-masing perusahaan dituntut mencari strategi dan meningkatkan kualitas pelayanannya kepada penumpang.

Priyatmedi, Direktur Operasional PT Bersatu Aman Sejahtera–operator taksi Taxiku-mengatakan persaingan ketat dilakukan sejumlah 44 perusahaan taksi yang memiliki izin operasional sebanyak 24.000 unit.

“Usaha terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan merupakan salah satu strategi agar perusahaan dengan armadanya dapat bersaing dalam era persaingan yang semakin ketat,” katanya di Jakarta hari ini.

Dia mengatakan bisnis taksi di Jakarta sangat prospektif mengingat populasi penduduknya yang cukup banyak mencapai sekitar 12 juta jiwa pada siang hari dengan kemampuan daya beli yang tergolong kuat.

Potensi calon penumpang taksi di Ibu Kota yang cukup banyak, lanjutnya, menuntut kualitas pelayanan yang semakin tinggi mulai dari keramahan pengemudi, kenyamanan dan keamanan dalam perjalanan serta terjaganya prifasi.

“Karena itulah perusahaan taksi dengan armadanya yang mampu memberikan jaminan kualitas pelayanan kepada pelanggannya yana akan memenangkan dalam persaingan bisnis taksi di Jakarta yang semakin ketat,” ujarnya.

Priyatmedi mengatakan karakteristik penumpang taksi sekarang bukan sekedar untuk melakukan perjalananan dari satu tempat ke tempat yang lain, tetapi menuntut kenyamanan, keamanan dan jaminan prifasi dalam perjalanan.

Sementara armada taksi yang kini beroperasi di Jakarta, lanjutnya, tidak seluruhnya dapat dapat mengantisipasi perkembangan karakteristik penumpang taksi sehingga ditinggalkan pelanggan dan bahkan kesulitan mencari penumpang.

Menurut dia, jumlah taksi yang beroperasi tidak sebanding dengan populasi penduduk Jakarta yang berpotensial menjadi pelanggan armada taksi, karena tidak seluruh izin operasional taksi yang mencapai 24.000 unit itu ada armadanya.

Sebab, lanjutnya, jumlah taksi yang beroperasi sekarang ini tidak sebanyak perizinan yang sudah diberikan oleh Pemprov DKI, karena ternyata banyak yang tidak ada armadanya, atau armadanya sudah rusak tetapi belum dilakukan peremajaan.

Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan DKI sekitar 10 tahun yang lalu telah menghentikan penerbitan izin baru taksi sehingga kini beroperasi 44 perusahaan operator taksi dengan total armada sesuai izinan yang dikeluarkan sekitar 24.000 unit.

“Kami perkirakan dari total 24.000 taksi yang tercatat sesuai perizinannya di Dinas Perhubungan DKI itu sebagian di antaranya, mencapai seperempat lebih yang tidak dioperasikan dan tidak produktif,” ujarnya.(fh)

Dicomot dari Bisnis Indonesia Online

Tag:


%d blogger menyukai ini: