Tarif Taksi di Jateng Segera Turun


SEMARANG, SELASA – Tarif taksi di Jawa Tengah akan diturunkan secara serentak per 1 Februari menyusul turunnya harga premium. Pengusaha diharapkan segera menyosialisasikannya kepada pengemudi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Taksi Jawa Tengah Tutuk Kurniawan mengemukakan hal tersebut di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (20/1).

Menurut Tutuk, tarif yang akan diturunkan adalah tarif flat call batas bawah, yaitu dari Rp 4.500 untuk kilometer pertama menjadi Rp 4.000. Untuk tarif pada kilometer selanjutnya masih tetap, yaitu Rp 250 per kilometer, ujar Tutuk yang juga selaku Wakil Ketua DPD Organda Jateng.

Untuk tarif batas atas juga tidak ada perubahan, masih Rp 5.000 untuk kilometer pertama dan Rp 275 untuk kilometer selanjutnya.

Tutuk mengimbau kepada para pengusaha taksi untuk segera menyosialiasikan penurunan tarif kepada pengemudi. Hal ini karena kebanyakan perusahaan taksi menggunakan sistem setoran sehingga komponen bahan bakar minyak dibebankan kepada pengemudi. Dengan begitu, turunnya harga BBM akan berdampak pada penghasilan pengemudi, ucapnya.

Tarif AKDP

Setelah disepakati turun seb esar tujuh persen pada Jumat (16/1), tarif bus angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) Jateng mulai diberlakukan pada Senin (19/1) lalu.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Jateng Kris Nugroho menuturkan, pemberlakuan tarif tersebut seiring dengan terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2009 tentang tarif angkutan umum.

Untuk itu, lanjut Kris, pihaknya akan menindak tegas para pengusaha bus AKDP yang belum menurunkan tarifnya di lapangan. ” Mereka yang masih mengenakan tarif lama akan langsung ditertibkan,” ujar Kris, Selasa.

Tarif dasar bus AKDP Jateng turun dari Rp 115 menjadi Rp 107 per kilometer (km) untuk setiap penumpang. Tarif batas atas turun dari Rp 150 menjadi Rp 139 per km per penumpang dan tarif batas bawah dari Rp 92 menjadi Rp 86 per kilometer per penumpang. Penurunan tarif tersebut didasarkan atas berkurangnya biaya BBM sebagai salah satu komponen dalam biaya operasi langsung kendaraan, kata Kris.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang Ngargono menyatakan, pemerintah hendaknya langsung menyosialisasikan tarif bar u di tempat-tempat strategis seperti terminal dan halte, agar masyarakat mengetahui adanya pemberlakuan tarif baru setelah turunnya harga BBM. “Agar konsumen bisa mengetahui bahwa tarif angkutan sudah turun dan bisa memprotes armada yang masih menggunakan tarif lama,” kata Ngargono.

Artikel ditulis oleh Harry Susilo
http://www.kompas.com

Tag: ,


%d blogger menyukai ini: