Gara-gara Istri Selingkuh, Suami Merampok Taksi


Gara-gara sang istri mengaku telah selingkuh hingga hamil dengan sahabatnya, seorang laki-laki bernama Dwi Arianto (22) nekat merampok sebuah taksi di Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (30/12) pukul 21.15. Setelah ditangkap polisi, Dwi mengaku senang dipenjara karena tidak perlu melihat istrinya lagi.

“Dia dikenakan pasal 365 KUHP karena penganiayaan dan percobaan perampokan,” kata Kasat Serse Jakarta Timur, Komisaris Roycke Harrilangie, Kamis (1/1).

Menurut pengakuan Dwi, ketika mengetahui kehamilan kedua istrinya ini merupakan hasil selingkuhan, kepalanya langsung merasa pusing. Dia lalu nongkrong di bengkel motor milik temannya. Di sana dia menemukan tali kopling motor bekas dan langsung berpikir untuk merampok.

Dwi yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang asongan ini lalu menyetop taksi Blue Bird yang melintas di perempatan Pasar Rebo. Dari sana, Dwi minta diantar ke Pondok Rangon. Setibanya di Jalan Raya Pondok Rangon, tepat depan kantor Kelurahan Pondok Rangon, Dwi menjerat leher sopir taksi bernama Rahmad Fajar Sidik (41).

Rahmad yang kaget lehernya dijerat langsung menginjak rem dengan cepat, sehingga jeratan tali kopling agak mengendur. Pada saat itu juga, Rahmad langsung mengambil kunci roda dan memukulkannya ke pipi kanan Dwi. Setelah itu, Rahmad pun berlari keluar mobil minta tolong.

Untunglah, saat itu ada patroli dari Polsek Cipayung yang sedang melintas. Dwi pun langsung diamankan.

Artikel diambil dari: Kompas.com


%d blogger menyukai ini: