Ekspansi Usaha Taksi di Solo Terhambat


Kecil peluang perusahaan taksi untuk memperluas usahanya di Kota Solo setelah pemkot setempat menyatakan tidak akan mengeluarkan izin baru.

Satu perusahaan angkutan taksi Blue Bird sempat dikabarkan ingin memperluas jaringan usahanya hingga ke kota budaya tersebut. Pemkot Solo sendiri telah memastikan tidak akan memberi izin bagi perusahaan taksi dengan mempertimbangkan tingginya tingkat keterisian (load factor) jasa taksi di kota itu yang mencapai 60%.

Data Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Solo menunjukan jumlah armada taksi di Kota Bengawan itu berkisar 400-500 unit armada dari enam perusahaan operator taksi.

Kepala DLKLAJ Kota Solo Yosca Herman Soedrajat tidak menampik jika pihaknya pernah menerima permohonan dari perusahaan taksi baru yang akan mengoperasikan armadanya di Solo.

“Memang kalau izin resminya belum ada, tetapi kalau mereka mengajukan akan kami tolak. Karena pertimbangan load factor sudah cukup dengan jumlah kebutuhan taksi sekarang ini,” ujarnya kepada Bisnis hari ini.

Meski demikian, pihaknya memberikan kesempatan kepada perusahaan taksi yang telah beroperasi saat ini, melakukan peremajaan armada atau menambah armada taksinya untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

“Kalau memang membutuhkan penambahan armada, kami memberikan kesempatan kepada enam operator yang sudah beroperasi sekarang ini. Bukan memberikannya kepada perusahaan baru,” tambahnya. (tw)

oleh : Stefanus Arief Setiaji

Sumber: Bisnis.com

Tag: , , ,


%d blogger menyukai ini: