Senin, Tarif Baru Taksi Reguler Diberlakukan


JAKARTA, Kenaikan tarif taksi reguler sebesar 20 persen akan diberlakukan mulai Senin (16/6). Penyesuaian tarif pada argometer dari setiap taksi akan dilakukan secara bertahap, sehingga untuk sementara waktu penumpang dapat melihat tabel sebagai patokan perhitungan tarif.

Pemberlakukan tarif baru itu ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan DPD Organda DKI Jakarta nomor SKEP-011/DPD-OGD/VI/2008 tertanggal 13 Juni 2008 tentang Penetapan Penyesuaian Tarif Angkutan Taksi di DKI Jakarta. Penyesuaian tarif taksi tersebut sesuai surat persetujuan gubernur DKI nomor 1065/-1.811.1 tentang Persetujuan Penyesuaian Tarif tertanggal 11 Juni 2008.

Tarif buka pintu atau flag fall untuk batas atas naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000. Untuk setiap kilometer naik dari Rp 2.500 menjadi Rp 3.000 dan ongkos tunggu Rp 25.000 menjadi Rp 30.000 per jam. Tarif batas bawah yang ditetapkan buka pintu naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000, tarif per Km naik dari Rp 1.800 jadi Rp 2.500 dan ongkos tunggu naik dari Rp 18.000 jadi Rp 25.000 per jam.

“Kenaikan hanya terjadi pada tarif taksi reguler. Tarif taksi eksekutif untuk sementara tidak naik dulu,” kata Ketua DPD Organda DKI Jakarta Herry JC Rotty, Minggu (15/6).

Tarif taksi eksekutif tidak mengalami kenaikan karena tarif yang berlaku belum melampaui tarif batas atas yang sudah ditetapkan sebelumnya. Tarif batas atas itu adalah buka pintu Rp 10.000, per Km Rp 5.000 dan jam tunggu Rp 80.000 per jam. Sedangkan tarif yang berlakunya masih di bawah itu, flag fall Rp 6.900, per Km 3.700 dan jam tunggu Rp 55.000 per jam.

Rotty membenarkan, dalam surat persetujuan kenaikan tarif gubernur DKI hanya menetapkan tarif batas atas. “Yang berwenang menentukan tarif bawah adalah Organda,” kata Rotty.

Sanksi

Rotty menegaskan, perusahaan dan pemilik taksi dilarang menaikkan setoran selama tiga bulan ke depan menyusul pemberlakukan tarif baru tersebut.

Sementara itu, Ketua Organda DKI unit Taksi M Siburian mengatakan, setiap perusahaan dan pemilik taksi harus memberlakukan tarif baru sesuai SK DPD Organda itu. Perusahaan dan pemilik taksi tidak boleh memberlakukan tarif antara atas dan bawah.

“Bagi pengusaha yang tidak menaikkan tarif harus dikenakan sanksi. Pengawasan dan penindakan ada di tangan Dinas Perhubungan DKI. Kami, Organda tidak berwenang menindak para pelanggar tarif angkutan,” kata Siburian.

Siburian mengatakan, sejak izin taksi distop tahun 2003 terdapat 41 perusahaan dan koperasi yang menyelenggarakan taksi regular dengan jumlah kendaraan sesuai izin prinsip adalah 25.019 armada. Akan tetapi dalam realisasi izin 23.435 armada sementara yang beroperasi saat ini hanya 15.230 armada. “Armada lainnya sedang menunggu proses peremajaan,” kata Siburian.

Sementara taksi eksekutif dikelola oleh dua perusahaan dengan dengan 815 armada. Sedangkan taksi Depok, Tangerang, dan Bekasi berdasarkan izin prinsip yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat mencapai 16.653 armada yang dikelola 73 perusahaan dan 12 koperasi angkutan. Data ini diperoleh dari Dinas Perhubungan DKI sampai April 2006. Namun, kenyataannya banyak taksi baru yang bermunculan. (PIN)

Sumber: Kompas.com

Tag: , ,


%d blogger menyukai ini: