Pengusaha Kereta Api dan Taksi Belum Naikkan Tarif


PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pengusaha Taksi di Bali belum menaikkan tarifnya walaupun harga BBM telah naik. ‘’Harga tiket kereta api masih seperti harga pada bulan sebelumnya,’’ ujar Staf Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Denpasar, Tomo, di jalan Diponegoro, Kamis (5/6) kemarin.

Misalnya, harga tiket kereta api jurusan Denpasar-Surabaya, Senin hingga Kamis untuk kelas eksekutif Rp 116.000 per orang, sedangkan Jumat hingga MingguRp 121.000 per orang. Sementara, untuk kelas bisnis jurusan Denpasar-Surabaya, Senin hingga Kamis Rp 101.000 per orang, sedangkan Jumat hingga Minggu masih tetap Rp 106.000 per orang.

Kata dia, dengan belum adanya kenaikan tarif KAI ini, penumpangnya mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Saat ini penumpangnya rata-rata bisa mencapai 10 orang per hari, sedangkan pada bulan-bulan sebelumnya hanya mencapai 7 orang per hari. ‘’Untuk jadwal keberangkatan setiap harinya, kami sediakan 2 jadwal, yakni pagi pada pukul 05.00 wita dan sore hari pada pukul 15.30 wita,’’ jelasnya.

Untuk melayani penumpang menjelang liburan panjang sekolah tahun ini, PJKA Denpasar menyiapkan bus pengantar mulai Denpasar hingga Ketapang dengan jumlah armada sebanyak 5 unit. ‘’Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi membludaknya jumlah penumpang,’’ imbuhnya.

Tomo menambahkan, untuk menjaga kenyamanan penumpang selama perjalanan di dalam kereta api, pihaknya juga menyediakan cafetaria di dalam kereta api, baik untuk kelas eksekutif maupun kelas bisnis. ‘’Di samping itu, kami juga memberikan fasilitas berupa 1 kali makan kepada penumpang di dalam kereta api,’’ tandasnya.

Tarif Taksi
‘’Selain penumpang sepi akibat krisis multidimensi, jumlah armada taksi saat ini cukup banyak yang membuat persaingan menjadi ketat, sehingga kami belum berkeinginan mengusulkan kenaikan tarif taksi ke Gubernur kendati harga BBM naik,’’ ujar Ketua Koperasi Jasa Angkutan Taxi (Koptax) Ngurah Rai, Wayan Pande Sudirtha, S.H.

Kata dia, banyak sopir taksi yang mengeluh tidak bisa memenuhi setoran akibat persaingan makin ketat. Tak berlebihan, kalau ada harapan agar pemerintah daerah menyetop pemberian izin taksi baru untuk sementara waktu.

Sebab, jumlah taksi yang berseliweran sekarang ini telah melebihi kapasitas penumpang yang ada. ‘’Bila tidak distop menyebabkan beberapa perusahaan taksi akan gulung tikar,’’ ungkapnya.

Sudirtha mengungkapkan, pengusaha jasa angkutan taksi belakangan ini menghadapi situasi yang dilematis. ‘’Jika kami menaikkan tarif, penumpang akan berpaling ke angkutan lain yang lebih murah,’’ imbuhnya.

Menurutnya, pendapatan para sopir taksi belakangan ini sangat kecil. Bahkan, persaingan antaroperator taksi juga makin ketat. Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya melakukan berbagai upaya agar tetap eksis di tengah persaingan.

Salah satunya, pihaknya melakukan peremajaan taksi, agar taksi prima dan tidak cerewet mesinnya, sehingga pelayanan kepada penumpang menjadi lebih baik.

Disinggung mengenai jumlah armada taksi Ngurah Rai yang beroperasi saat ini, kata Sudirtha, sekitar 827 unit, baik yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai maupun di luar bandara, sedangkan transportasi jenis kendaraan sewa yang tempat duduknya di bawah 7 tempat duduk, seperti Suzuki APV dan Mazda tipe 2.000 anggotanya sebanyak 502 anggota.

‘’Selain peremajaan, kami juga terapkan sanksi tegas terhadap anggota yang terbukti melanggar aturan agar citra taksi Ngurah Rai tidak merosot di mata penumpang,’’ tandasnya. *aya

Sumber: http://www.bisnisbali.com

Tag: , , ,


%d blogger menyukai ini: