Daerah Rawan Taksi di Jakarta


Kejahatan di taksi seakan tiada pernah berakhir, baik itu yang dilakukan oleh sindikat kejahatan terhadap penumpang atau malah terhadap sopir taksi. Sebagian besar sindikat kejahatan taksi selalu menggunakan kendaraan berkaca gelap dan berjalan beriringan dengan taksi lain yang berciri-ciri serupa. Taksi-taksi tersebut juga biasanya tidak pernah mangkal atau berhenti di satu tempat melainkan terus melaju berkeliling untuk mencari korban. Kendaraan tersebut biasanya diikuti taksi di belakangnya yang berciri-ciri serupa yakni
berkaca gelap.

Sindikat kejahatan taksi umumnya menggunakan taksi tarif lama yang kini banyak diminati masyarakat. Pelat nomor polisi taksi biasanya sebelum digunakan untuk beraksi dilumuri gemuk atau oli sehingga tampak kabur dan tidak terbaca dengan jelas. Selain itu, nomor pintu juga diganti karena para pelaku telah lebih dahulu menyiapkan stiker untuk mengganti nomor. “Misalnya, kalau nomor pintu aslinya
tujuh, diganti dengan nomor lain misalnya satu atau yang lain.

Selain itu, para pelaku juga tidak pernah memilih tempat saat melancarkan aksinya atau tidak hanya di tempat yang sepi tetapi juga di pusat keramaian. Sejumlah jalan-jalan yang kerap dijadikan tempat operasi diantaranya kawasan jalan protokol ibukota seperti Jl Casablanca, Jl Setia Budi, Jl Jend Sudirman, Jl Panglima Polim, Jl Rasuna Said, dan Jl Gatot Subroto Jakarta Selatan. Sindikat biasanya beraksi antara jam pulang kerja kantor atau sekitar pukul 16.00 hingga 21.00 dan dalam sehari beroperasi hingga dua kali.

Taksi yang digunakan sindikat kejahatan taksi di antaranya taksi Celebrity, Indo Taxi, Golden Taxi, dan President Expres Taxi. Selain nama-nama taksi tersebut, Anda sebaiknya tetap bersikap hati-hati terhadap setiap jenis taksi yang Anda gunakan. Jika perlu panggil taksi melalui layanan call-center yang mereka sediakan dan tidak menyetop taksi di sembarang tempat.


%d blogger menyukai ini: