Archive for the ‘Taksi Bandara’ Category

Kini Ratusan Taksi Bandara Dipasangi LCD TV

19 Juni 2008

JAKARTA, RABU – Terjebak dalam kemacetan tentu bukan impian orang. Tapi itu bukan langka, apalagi di Jakarta. Pemandangan seperti ini rutin terlihat. Tak heran sebagian orang berkata, ‘Kalau bukan macet, bukan Jakarta’. Tapi berada dalam taksi saat terjebak macet tidak selalu membosankan jika pengelola taksi maupun penumpangnya kreatif melakukan sesuatu.

Mendengarkan musik, membaca, atau menelepon seseorang mungkin jadi beberapa solusi alternatif penumpang guna menghilangkan kejenuhan saat berada dalam taksi yang terjebak macet. Perusahaan pengelola taksi rupanya tidak tinggal diam. Kini PT Express Transindo Utama sebagai pengelola Taksi Express telah meluncurkan taksi yang dilengkapi dengan monitor LCD TV 7 inchi. “Taksi yang dilengkapi LCD untuk tahap awal diopersikan di bandara,” ujar Herman Gozali, Direktur Operasional Express Group, di Menara Rajawali, Rabu (18/6). (more…)

Monopoli Taksi Bandara Ahmad Yani Semarang

15 Juni 2008

Konsumen pengguna Taksi dari Bandara Ahmad Yani – Semarang, tidak punya pilihan selain harus memakai sebuah perusahaan taksi yang sudah ditentukan dari pihak bandara. Taksi Bandara tersebut tidak memakai argometer.
Disini, yang notabene wilayah umum, terjadi monopoli karena pihak bandara melarang perusahaan taksi lain untuk mengambil penumpang di dalam area bandara.
Mungkin hal ini tidak akan jadi masalah yang memberatkan konsumen seandainya harga taksi yang dibayar sama dengan harga taksi yang beropersai dari luar bandara. Kenyataannya konsumen harus membayar harga yang jauh lebih mahal dari harga taksi biasa.

Contoh kasus, saya pernah naik taksi dengan argometer dari rumah saya ke bandara habisnya Rp.31.000,-. Tapi giliran saya pulang kerumah dari bandara saya di”bajak” harus bayar Rp.60.000,-.

Ini kan sangat merugikan sekali karena saya tidak boleh pakai jasa angkutan lain selain taksi bandara (kecuali dijemput pakai mobil pribadi, tidak dilarang).
Sekarang saya ingn mempertanyakan atas dasar apa perusahaan taksi tersebut bisa memonopoli lahan publik di bandara Ahmad Yani – Semarang?

Salam,

Iwan Syafrizal
Semarang

Sumber: http://www.mediakonsumen.com

Agar Nyaman dan Aman Naik Taksi

6 Mei 2008

Taksi merupakan salah satu sarana transportasi yang sering digunakan traveler, terutama untuk tujuan-tujuan dalam kota, atau dari dan ke bandara, pelabuhan, serta terminal bus. Orang rela bayar mahal untuk taksi demi kenyamanan, keamanan, dan karena lebih punya privasi dibanding angkutan umum.

Sayang, dalam kenyataanya naik taksi tidak selalu memberi rasa nyaman dan aman. Penumpang taksi sering kesal karena ulah oknum sopir yang tidak mau menggunakan argo meter, menuntut uang lebih (semacam tip), berpura-pura tidak punya uang kembalian, atau penumpang sengaja dibawa berputar-putar, dan dalam sejumlah kasus sopir taksi bahkan menjadi pelaku perampokan terhadap penumpangnya.

Bagaimana caranya agar naik taksi tetap bisa nyaman dan aman? Ikuti tips berikut!

Cara teraman adalah pesan taksi dari perusahaan taksi via telepon. Dengan cari ini, data pemesanan seperti nomor taksi (nomor lambung atau nomor polisi), nama sopir yang akan menjemput, dan data Anda sebagai pemesan tercatat di perusahaan taksi.

Jika kemudian ada persoalan, seperti pelayanan yang buruk dan Anda ingin menyampaikan keluhan atau pengaduan ke pihak lain, penelusurannya akan lebih mudah.

Namun sebelum menelepon, pastikan bahwa Anda memilih perusahaan taksi yang tepat, yang pelayanannya memang paling baik. Carilah profil perusahaan taksi yang dapat dipercaya. Pilih armada taksi yang memiliki nomor pemesanan serta layanan pengaduan. (more…)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.