Arsip untuk ‘kejahatan di taksi’ Kategori

Cewek Bugil Nekat Mencuri Sebuah Taksi

16 September 2010

Seorang perempuan nekat berbugil ria sendiri saat duduk di belakang sebuah taksi. Ia menuntut supir taksi itu untuk mengantarnya pulang ke Michigan, saat supir menolak permintaannya perempuan itu langsung mencuri taksi tersebut.

Kepala polisi wilayah Covington Kapten Jack West menyatakan, pengemudi taksi mengangkut Jennifer Gille pada hari Minggu 12 September pukul 1:00 pagi waktu setempat.

“Pelaku menolak untuk keluar saat taksi itu tiba di tujuan, ia kemudian melucuti pakaiannya dan menuntut supir taksi untuk membawa kerumahnya,” ungkap West seperti dikutip Associated Press, Kamis (16/9/2010).

Supir taksi sempat beralih ke markas polisi terdekat untuk meminta pertolongan dan meninggalkan perempuan berusia 29 tahun tersebut di dalam taksinya. Saat itulah Gille langsung membawa lari taksi yang ditumpanginya.

Tidak lama kemudian polisi menemukan taksi tersebut beberapa blok dari kantor polisi dan Gille pun ditemukan masih dalam keadaan bugil. Polisi pun menahannya atas tuduhan melakukan melarikan kendaraan milik orang lain dan melakukan tindakan tidak senonoh.
Ia pun dikenakan hukuman penjara, meskipun pada akhirnya dibebaskan dengan jaminan.

Dicomot dari OkeZone

Perampok Bersenjata Terkurung di Taksi Korban

18 Agustus 2010

JAKARTA, TRIBUN - Pengemudi taksi Express hampir saja menjadi korban pencurian setelah dirinya ditodong dengan senapan angin kaliber 4,5 mm oleh penumpangnya.

Eric Wibisono, pelaku penodongan memberhentikan taksi ekspress bernopol B 2444 NU yang dikemudikan oleh Dwiyanto di Mall Ambassador, Jakarta Selatan, Rabu (18/8) pukul 01.45 WIB.

“Pelaku naik dari Mall Ambasador dan minta diantar ke Kampung Melayu, dia bawa senapan angin kaliber 4,5 mm,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar di ruangannya, Jakarta, Rabu (18/8)

Boy mengatakan, pada saat taksi melewati terowongan Casblanca Tebet, Setia Budi, Jakarta Selatan, pelaku lalu menodongkan senapan angin ke leher korban dan meminta Dwiyanto keluar dari mobilnya.

Korban pun lalu keluar dari taksi, namun kunci mobil dibawa dan langsung mengunci pelaku dengan kunci otomatis. Pelaku yang panik berteriak dari dalam taksi dan meminta untuk dilepaskan, sementara korban mencari pertolongan kepada warga sekitar.

“Satpam gedung setempat mendengar teriakan itu lalu membantu korban dengan mencegat mobil patroli yang sedang bertugas,” terang Boy.

Petugas Direktorat Samapta Polda Metro yang sedang melakukan patroli rutin akhirnya dapat meringkus pelaku didalam mobil taksi. Eric lalu dibawa ke Polsek Setiabudi bersama barang bukti berupa senapan angin.

Pencuri malang itu dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman lima tahun penjara.

Dicomot dari: tribunnews

Hendri Tumbur: Pengguna Taksi Butuh Keamanan dan Kenyamanan

30 April 2010

Pengguna jasa layanan angkutan umum taksi di Jakarta memperhatikan sarana fisik dalam layanan perusahaan taksi. Selain faktor keamanan, mereka akan lebih merasa nyaman dan senang manakala angkutan taksi tersebut dilengkapi fasilitas fisik seperti AC (air conditioning), bacaan, atau bahkan televisi.

“Kelengkapan fasilitas taksi tersebut akan mengangkat citra merek perusahaan taksi, khususnya di Jakarta, lebih baik.” kata pro-movendus Hendri Tumbur (46) di Aula Serbaguna Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran (Unpad), Kamis (29/4). Mengurai hasil penelitian untuk disertasi doktor dengan judul Pengaruh Penyampaian Jasa dan Tuntutan Pelanggan terhadap Nilai Pelayanan serta Implikasi pada Citra Merek Jasa Angkutan Taksi di Jakarta”, menurut pria kelahiran Binjai, Sumatera Utara, 5 Februari 1964, ini, para penggunajasa taksi di Jakarta mencermati pelayanan taksi. Misalnya dalam proses pemesanan, taksi yang dipesan harus datang lebih tepat waktu. (more…)

Sopir Taksi Tewas Dekat Gerbang Tol Pasar Rebo

26 Januari 2009

JAKARTA – Seorang Sopir Taksi Kosti Jaya yang diketahui bernama Imam Santoso, ditemukan tewas oleh Petugas PJR yang berpatroli, Minggu (25/1/2009). Imam ditemukan di dalam taksi di bahu jalan Gerbang Tol Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Petugas PJR Polda di lokasi, Bripka Setiayadi mengatakan, penemuan mayat ini sekira pukul 20.30 WIB. “Ketika kami sedang berpatroli, kami mencurigai taksi mengapa berhenti di bahu jalan. Ketika dilihat dari kaca ternyata pengemudinya sudah dalam kondisi tak bernyawa,” ujarnya seperti dikutip dari Situs TMC Polda Metro Jaya.

Setiayadi menambahkan, dirinya belum membuka pintu taksi tersebut, karena menunggu pihak Reserse Polsek Metro Ciracas yang sudah dihubungi dan sedang mengarah meluncur ke lokasi.

“Biar pihak serse yang melihat dan memeriksa lebih lanjut mayat tersebut. Ditakutkan jika kita yang masuk nanti merubah Tempat Kejadian Perkara,” tambahnya.

Akibat peristiwa ini, jalanan di sekitar Gerbang Tol Pasar Rebo arah Jakarta tersendat. Hingga berita ini diturunkan, Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian mayat supir taksi tersebut.

Novi Muharrami – Okezone

Perampok Taksi Dibekuk Polisi

7 Januari 2009

Teguh Imam, ditangkap polisi. Tersangka, diketahui merampok taksi Blue Bird pada 4 Januari 2009 lalu. Dalam aksinya, dia menyamar dengan berpura-pura menjadi penumpang taksi.

“Pelaku menyamar jadi penumpang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnaen kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (6/1/2009).

Kejadian berawal ketika sang pelaku, Teguh, menyetop taksi yang dikemudikan oleh Taryadi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Taryadi kemudian menepikan mobilnya dan menaikkan Teguh kedalam mobil. (more…)

Gara-gara Istri Selingkuh, Suami Merampok Taksi

1 Januari 2009

Gara-gara sang istri mengaku telah selingkuh hingga hamil dengan sahabatnya, seorang laki-laki bernama Dwi Arianto (22) nekat merampok sebuah taksi di Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (30/12) pukul 21.15. Setelah ditangkap polisi, Dwi mengaku senang dipenjara karena tidak perlu melihat istrinya lagi.

“Dia dikenakan pasal 365 KUHP karena penganiayaan dan percobaan perampokan,” kata Kasat Serse Jakarta Timur, Komisaris Roycke Harrilangie, Kamis (1/1). (more…)

Dua Penodong Taksi Ditelanjangi dan Babak Belur Dihakimi Massa

11 November 2008

Jakarta (ANTARA News) – Dua penodong taksi dihakimi massa karena berusaha menodong seorang sopir taksi di kawasan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin dinihari (10/11).

“Pelaku bernama Agus (28) dan Kristianto (30) babak belur dihajar massa setelah kepergok menodong seorang sopir Taksi PE dengan plat nomor B 1066 LU bernama Safrizal Yunun (55),” ujar Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar, Iptu Mustakim, kepada ANTARA, Senin (10/11).

Berdasarkan keterangan Mustakim, peristiwa ini berawal saat kedua pemuda itu berada di Perempatan Lampu Merah Pasar Senen. Tak berapa lama melintas sebuah taksi yang dikemudikan Safrizal. Keduanya lantas menyetop taksi itu. Setelah naik ke dalam taksi, keduanya minta diantar ke Stasiun Gambir.

“Mereka berdua tidak duduk bareng. Satu duduk di depan dan yang satunya duduk di belakang. Sesampai di Stasiun Gambir, ternyata mereka tidak mau turun. Malah mereka meminta sopir minta diantarkan ke Pasar Baru,” ujar Mustakim.

Dari situlah Safrizal curiga. Kecurigaan sopir taksi tersebut terbukti. Sesampai di Pasar Baru, Agus yang duduk di belakang langsung memiting leher Safrizal, sedangkan Kristianto yang duduk di depan menghajar dada korban, sehingga membuat dada Safrizal sesak.

Sambil memiting leher sopir taksi itu, Agus meminta Safrizal untuk menyerahkan uang setoran.

“Saya bilang kepada mereka, bahwa saya belum mendapatkan penumpang apalagi uang,” kata Safrizal yang mengaku tinggal di Jalan Tipar Cakung, Gang Bambu Kuning, RT 05/03, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara.

Walaupun rasa takut menyelimuti dirinya, bapak 5 anak ini mengambil tindakan untuk menyelamatkan dirinya. Ia mengambil tindakan dengan membunyikan klakson taksi. Warga yang mendengar bunyi klakson itu menghampiri taksi.

Melihat dua pemuda sedang menyandera sopir takdi, tanpa pandang bulu massa yang sedang berkumpul langsung menyeret kedua pelaku keluar.

Dengan membabi buta warga menelanjangi keduanya, setelah itu menghakimi hingga keduanya babak belur. Setelah puas, warga membawa keduanya ke Polsek Sawah Besar untuk dimintai keterangannya.

“Keduanya dikenakan pasal 356 dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara,” lanjut Mustakim. (*)

COPYRIGHT © 2008

Artikel diambil dari Antara.co.id

Sopir Taksi Ditikam Penumpang

15 Juli 2008

Depok: Muhamad Rohim, seorang sopir taksi, menjadi korban perampokan penumpangnya, belum lama ini. Tidak hanya itu, Rohim juga harus mengalami sejumlah luka karena sempat melawan dan terlibat perkelahian dengan pelaku.

Di Markas Kepolisian Sektor Limo, Depok, Jawa Barat, Rohim menceritakan bahwa awalnya seorang penumpang minta diantarkan ke Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Tiba-tiba saja sang penumpang menikam kepala pria yang telah lebih dari 25 tahun menjadi sopir taksi ini.

Korban pun mencoba melawan dan keluar dari mobil sehingga mengundang kecurigaan warga sekitar. Pelaku yang takut akan dihakimi warga akhirnya melarikan diri tanpa berhasil membawa apa pun.(ADO/Nahyudi)

Sumber: Liputan6.com

Daerah Rawan Taksi di Jakarta

20 Maret 2008

Kejahatan di taksi seakan tiada pernah berakhir, baik itu yang dilakukan oleh sindikat kejahatan terhadap penumpang atau malah terhadap sopir taksi. Sebagian besar sindikat kejahatan taksi selalu menggunakan kendaraan berkaca gelap dan berjalan beriringan dengan taksi lain yang berciri-ciri serupa. Taksi-taksi tersebut juga biasanya tidak pernah mangkal atau berhenti di satu tempat melainkan terus melaju berkeliling untuk mencari korban. Kendaraan tersebut biasanya diikuti taksi di belakangnya yang berciri-ciri serupa yakni
berkaca gelap.

Sindikat kejahatan taksi umumnya menggunakan taksi tarif lama yang kini banyak diminati masyarakat. Pelat nomor polisi taksi biasanya sebelum digunakan untuk beraksi dilumuri gemuk atau oli sehingga tampak kabur dan tidak terbaca dengan jelas. Selain itu, nomor pintu juga diganti karena para pelaku telah lebih dahulu menyiapkan stiker untuk mengganti nomor. “Misalnya, kalau nomor pintu aslinya
tujuh, diganti dengan nomor lain misalnya satu atau yang lain.

Selain itu, para pelaku juga tidak pernah memilih tempat saat melancarkan aksinya atau tidak hanya di tempat yang sepi tetapi juga di pusat keramaian. Sejumlah jalan-jalan yang kerap dijadikan tempat operasi diantaranya kawasan jalan protokol ibukota seperti Jl Casablanca, Jl Setia Budi, Jl Jend Sudirman, Jl Panglima Polim, Jl Rasuna Said, dan Jl Gatot Subroto Jakarta Selatan. Sindikat biasanya beraksi antara jam pulang kerja kantor atau sekitar pukul 16.00 hingga 21.00 dan dalam sehari beroperasi hingga dua kali.

Taksi yang digunakan sindikat kejahatan taksi di antaranya taksi Celebrity, Indo Taxi, Golden Taxi, dan President Expres Taxi. Selain nama-nama taksi tersebut, Anda sebaiknya tetap bersikap hati-hati terhadap setiap jenis taksi yang Anda gunakan. Jika perlu panggil taksi melalui layanan call-center yang mereka sediakan dan tidak menyetop taksi di sembarang tempat.

Bule Norwegia Diperkosa Dalam Taksi

24 Februari 2008

Seorang gadis warga negara Norwegia berinisial JVT (21), mendatangi Poltabes Denpasar. Dia melapor karena telah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan sopir taksi di seputaran jalan menuju Jimbaran hingga Nusa Dua.

Kedatangan JVT di Poltabes Denpasar, Bali, Sabtu (23/2/2008) itu, untuk melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya pada Kamis (21/2) pukul 02.00 Wita lalu.

Saat itu, JVT menghentikan taksi dari Kuta menuju ke tempat tinggal sementaranya di Hotel Sari Segara Resort, Kedonganan Kuta. Keadaan Jenny saat itu masih mabuk berat usai dugem di sebuah diskotek di wilayah Kuta.

Kemudian, kondisi JVT dimanfaatkan sopir taksi untuk melakukan aksi perkosaan. Setelah puas melampiaskan nafsu birahinya, sopir taksi meninggalkan JVT tergeletak di jalan.

Setelah sadar dan siuman, JVT yang memegang nomor paspor 21277921 ini pun, langsung mencari seorang rekannya dan melaporkan ke Polsek Kuta Selatan. Namun oleh polisi diarahkan ke Poltabes Denpasar, yang ada unit ruang pelayanan khusus untuk perempuan dan telah divisum di RS Sanglah.

Perwira Humas Poltabes Kompol Ketut Suwetra membenarkan adanya laporan itu. “Masih diselidiki oleh buser karena korban juga sulit dimintai keterangan,” kata Suwetra. JVT mengaku tidak ingat jenis taksi termasuk ciri khusus lantaran saat itu dia mabuk. (Dewi Umaryati/Sindo/ism)

Sumber: Okezone.com


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.