Safety Tips for Traveling by Taxi

3 Februari 2009 oleh den Koplak

Call to order a taxi

Calling for a taxi ensures safe travels, especially at night. Shop around to see which companies provide better service. It is convenient to order by phone as you can wait in your home until the taxi arrives and you can order a taxi from the company you prefer. As the order is monitored by the taxi company, problems can be reported. Your order is recorded in their data base, which assists the taxi firm to keep track of orders, drivers and also helps in tracing belongings left behind in our vehicles.

If the company has a computerized data base, like Blue Bird does, repeat customers just give their phone number and all your location information will show up from the database. Thus, you won’t have to repeat your address each time you order a taxi. With the computerized reservation system the taxi firm can trace the telephone orders of each vehicle, including the taxi number, driver’s name and route of the taxi. If a taxi is hailed on the street, these details are not recorded. Baca entri selengkapnya »

Taksi Ford, Mirip Renault Kangaroo

3 Februari 2009 oleh den Koplak

ford

INFORMASI TAKSI YOGYAKARTA

3 Februari 2009 oleh den Koplak

Hingga 2008 lalu, tercatat sebanyak 15 perusahaan yang mengoperasikan armada taksi argo di Yogyakarta. Berikut ini daftar perusahaan armada taksi, alamat, dan nomor telepon layanan konsumen.

PT. Arga Surya Alam Perkasa
Jl. Tanjung Baru 5
Telp.: (0274) 545 545

PT Armada Taxi (Armada)
Jl. Pingit Kidul 12
Telp.: (0274) 517248
Baca entri selengkapnya »

Sopir Taksi Tewas Dekat Gerbang Tol Pasar Rebo

26 Januari 2009 oleh den Koplak

JAKARTA – Seorang Sopir Taksi Kosti Jaya yang diketahui bernama Imam Santoso, ditemukan tewas oleh Petugas PJR yang berpatroli, Minggu (25/1/2009). Imam ditemukan di dalam taksi di bahu jalan Gerbang Tol Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Petugas PJR Polda di lokasi, Bripka Setiayadi mengatakan, penemuan mayat ini sekira pukul 20.30 WIB. “Ketika kami sedang berpatroli, kami mencurigai taksi mengapa berhenti di bahu jalan. Ketika dilihat dari kaca ternyata pengemudinya sudah dalam kondisi tak bernyawa,” ujarnya seperti dikutip dari Situs TMC Polda Metro Jaya.

Setiayadi menambahkan, dirinya belum membuka pintu taksi tersebut, karena menunggu pihak Reserse Polsek Metro Ciracas yang sudah dihubungi dan sedang mengarah meluncur ke lokasi.

“Biar pihak serse yang melihat dan memeriksa lebih lanjut mayat tersebut. Ditakutkan jika kita yang masuk nanti merubah Tempat Kejadian Perkara,” tambahnya.

Akibat peristiwa ini, jalanan di sekitar Gerbang Tol Pasar Rebo arah Jakarta tersendat. Hingga berita ini diturunkan, Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian mayat supir taksi tersebut.

Novi Muharrami – Okezone

Tarif Baru AKDP-Taksi Efektif 1 Februari

25 Januari 2009 oleh den Koplak

Sosialisasi Sejak 6 Januari – Dishub Siapkan Sanksi Bagi Armada Bandel – Penurunan Tetap 7%

MAKASSAR, Upeks–Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel membatasi waktu toleransi bagi armada Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Taksi yang masih melakukan penyesuaian terkait penerapan tarif baru, sampai 31 Januari 2009.

Dishub secara tegas menggariskan tarif baru sudah harus efektif diberlakukan sejak 1 Februari, setelah melakukan sosialisasi mulai 6 Januari lalu.
“Kami menyiapkan sanksi bagi armada yang belum mengikuti tarif baru tersebut,” tegas A Sulham Hasan, Kepada Dinas Perhubungan (Kadishub) Sulsel, kepada Upeks, Jumat (23/1).
Penurunan tarif AKDP dan Taksi telah ditentukan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Sulsel Nomor 62 tahun 2008 tertanggal 31 Desember 2008, yakni sebesar 7%. (Salim M Mamma)

Baru Gowa Makassar dan Lima Muda Turunkan Tarif

Sementara berdasarkan pantauan di lapangan selama sosialisasi kata Sulham, baru dua operator taksi yakni Gowa Makassar Taxi dan Lima Muda Nusantara, menerapkan tarif baru tersebut.
Semula, tarif buka pintu Rp5.500 menjadi Rp5.000. sedangkan tarif argo, dari Rp380 per 100 meter menjadi Rp350 per 100 meter. Respon positif juga terjadi untuk AKDP, umumnya juga telah mengikuti tarif sesuai Pergub.
“Kita berterima kasih kepada operator taksi yang sudah menerapkan tarif seperti yang diatur oleh Pergub. Kita berharap operator lain segera mengikuti, begitu juga dengan armada AKDP. Sekarang ini, Dishub bersama komponen lain masih sosialisasi dan masih mengakomodir kendala di lapangan, tetapi pada 1 Februari sudah efektif,” jelasnya. (Syukur) (Salim Djati Mamma )

Artikel dikutip dari: http://ujungpandangekspres.com

Tarif Taksi Turun 10 Persen

21 Januari 2009 oleh den Koplak

Yogyakarta, Kompas – Setelah alot berunding, akhirnya tercapai juga kesepakatan untuk menurunkan tarif angkutan. Tarif taksi merupakan angkutan yang paling besar menurunkan ongkosnya, 10 persen. Angkutan yang lain hanya sekitar 5-6 persen.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan antara Organda (Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan) dengan Dinas Perhubungan DIY dan Lembaga Konsumen Yogyakarta, Senin (19/1).

Jika kesepakatan ini disahkan, tarif angkutan perkotaan misalnya turun dari Rp 2.500 per penumpang menjadi sekitar Rp 2.350 per penumpang. Tarif taksi akan turun dari Rp 3.000 per kilometer menjadi Rp 2.700 per kilometer. Baca entri selengkapnya »

Tarif Taksi di Jateng Segera Turun

21 Januari 2009 oleh den Koplak

SEMARANG, SELASA – Tarif taksi di Jawa Tengah akan diturunkan secara serentak per 1 Februari menyusul turunnya harga premium. Pengusaha diharapkan segera menyosialisasikannya kepada pengemudi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Taksi Jawa Tengah Tutuk Kurniawan mengemukakan hal tersebut di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (20/1).

Menurut Tutuk, tarif yang akan diturunkan adalah tarif flat call batas bawah, yaitu dari Rp 4.500 untuk kilometer pertama menjadi Rp 4.000. Untuk tarif pada kilometer selanjutnya masih tetap, yaitu Rp 250 per kilometer, ujar Tutuk yang juga selaku Wakil Ketua DPD Organda Jateng.

Untuk tarif batas atas juga tidak ada perubahan, masih Rp 5.000 untuk kilometer pertama dan Rp 275 untuk kilometer selanjutnya.

Tutuk mengimbau kepada para pengusaha taksi untuk segera menyosialiasikan penurunan tarif kepada pengemudi. Hal ini karena kebanyakan perusahaan taksi menggunakan sistem setoran sehingga komponen bahan bakar minyak dibebankan kepada pengemudi. Dengan begitu, turunnya harga BBM akan berdampak pada penghasilan pengemudi, ucapnya.

Tarif AKDP

Setelah disepakati turun seb esar tujuh persen pada Jumat (16/1), tarif bus angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) Jateng mulai diberlakukan pada Senin (19/1) lalu.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Jateng Kris Nugroho menuturkan, pemberlakuan tarif tersebut seiring dengan terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2009 tentang tarif angkutan umum.

Untuk itu, lanjut Kris, pihaknya akan menindak tegas para pengusaha bus AKDP yang belum menurunkan tarifnya di lapangan. ” Mereka yang masih mengenakan tarif lama akan langsung ditertibkan,” ujar Kris, Selasa.

Tarif dasar bus AKDP Jateng turun dari Rp 115 menjadi Rp 107 per kilometer (km) untuk setiap penumpang. Tarif batas atas turun dari Rp 150 menjadi Rp 139 per km per penumpang dan tarif batas bawah dari Rp 92 menjadi Rp 86 per kilometer per penumpang. Penurunan tarif tersebut didasarkan atas berkurangnya biaya BBM sebagai salah satu komponen dalam biaya operasi langsung kendaraan, kata Kris.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang Ngargono menyatakan, pemerintah hendaknya langsung menyosialisasikan tarif bar u di tempat-tempat strategis seperti terminal dan halte, agar masyarakat mengetahui adanya pemberlakuan tarif baru setelah turunnya harga BBM. “Agar konsumen bisa mengetahui bahwa tarif angkutan sudah turun dan bisa memprotes armada yang masih menggunakan tarif lama,” kata Ngargono.

Artikel ditulis oleh Harry Susilo

http://www.kompas.com

Anggota TNI Aniaya Sopir Taksi

14 Januari 2009 oleh den Koplak

Sejumlah lelaki yang diduga anggota TNI menganiaya sopir taksi di Makassar, Sulawesi Selatan, belum lama ini. Penganiayaan diduga karena pelaku tersinggung kendaraannya bersenggolan dengan taksi yang dikemudikan oleh korban.

Warga yang berada di lokasi kejadian sempat akan menghakimi para pelaku. Beruntung polisi berpakaian preman tiba di lokasi dan massa menahan diri. Warga kesal atas ulah main hakim sejumlah pria tak dikenal tersebut.

Insiden berawal saat sepeda motor yang dikendarai para pelaku yang diduga personil Kodam VII Wirabuana itu menyerempet taksi korban. Bukannya meminta maaf, keduanya justru menganiaya sang sopir bernama Rahma Naja.

Niat teman-teman korban melerai justru membuat para pria perambut cepak itu kalap. Para pelaku sdikit bernapas lega setelah Provoost Kodam VII Wirabuana tiba di lokasi. Mereka kemudian digiring ke markas Pomdam.(JUM/Zainuddin dan Joel Bakri)

Sumber: http://www.liputan6.com

Cicek Taksi

8 Januari 2009 oleh den Koplak

Sopir Taksi Bandara Polonia Mogok Beroperasi

8 Januari 2009 oleh den Koplak

Ratusan sopir taksi Angkasa Bhakti menggelar aksi mogok di depan kantor perusahaan tersebut di Jalan Gurilla, Medan, Sumatra Utara. Mereka memprotes kebijakan baru yang diterapkan Angkasa Pura II selaku pengelola Bandar Udara Polonia tentang pengaturan rute seluruh taksi yang beroperasi di areal bandara untuk pengangkutan setiap penumpang.

Menurut para sopir, sebagai pemilik armada taksi terbesar, Angkasa Bhakti adalah pihak paling dirugikan dengan kebijakan tersebut. Bila sebelumnya seluruh taksi diberi kebebasan untuk antre menunggu calon penumpang di areal bandara, kini jumlah taksi yang masuk dalam antrean dibatasi. Para pengemudi taksi tersebut menilai, akibat kebijakan ini penghasilan mereka jauh berkurang. Dengan demikian, mereka tidak mampu lagi memenuhi uang setoran tetap kepada pengusaha dan mencukupi biaya rumah tangga. Baca entri selengkapnya »